Monday, November 15, 2010

Jual Kaos Etnik Cirebon


KAOS ETNIK MOTIF KERETA PAKSI NAGA LIMAN
Rp. 35.000 ( KATUN )

Ready Stock :
Hitam ( S= 1 pcs, M= 2 Pcs, L = 3 pcs, XL= 4 pcs )
Putih ( S= 1 pcs, M= 2 Pcs, L = 3 pcs, XL= 4 pcs )
Warna ( S= 1 pcs, M= 2 Pcs, L = 3 pcs, XL= 4 pcs )
Anak-anak warna ( No 1 = 1 pcs, No 2 = 2 pcs )

Deskripsi Motif :
Konsep raja atau sultan sebagai penguasa dan pengayom bagi semesta alam  di Cirebon diwujudkan dalam Kereta Paksi Naga Liman.

Karya agung Panembahan Losari atau Pangeran Manis yang dikerjakan oleh Ki Natagana alias Ki Gede Kaliwulu ini merupakan gabungan tiga hewan, paksi, naga dan liman. Paksi atau burung melambangkan alam atas atau langit. Naga menjadi lambang kekuatan alam bawah atau air. Sedangakan Liman atau gajah melambangkan alam tengah atau bumi. Belalai gajah yang erat melibat trisula membawa pesan bahwa raja/sultan harus memiliki cipta, rasa dan karsa  setajam bilah trisula.

Jadi jelas jika gabungan ketiganya pertanda bahwa si penunggang (Raja/Sultan) adalah tokoh sentral penyeimbang yang mampu mengendalikan setiap unsur kehidupan apa pun, dimana pun.

Sebagian berpendapat jika Paksi Naga Liman adalah gambaran keeratan hubungan dengan Mesir (Paksi), Cina (Naga),  dan India (Liman).

Friday, July 9, 2010

Srabat Cirebon Karya Seni Yang Penuh Makna

Minggu lalu aku merapihkan isi rumah dan tempat kerja yang dipakai oleh ayah. Seperti biasa kalau tidak dirapihkan dalam waktu seminggu maka tempat kerja menjadi seperti pasar malam, tak karuan bentuknya. Ketika aku membuka salah satu laci meja aku mendapati satu buntel kertas yang sudah digerogoti tikus. Ternyata buntelan ( bahasa Indonesianya apa ya buntelan?.... ) tersebut isinya adalah srabat yang sudah dikecilkan dalam ukuran kertas hvs. Ini adalah koleksi srabat Cirebon yang dikumpulkan oleh ayah dan teman-temannya ketika berprofesi sebagai pelukis kaca. Waduh… kertas yang digerogoti tikus tersebut merupakan benda yang berharga, ada sekitar dua puluh srabat.

Saturday, May 29, 2010

Denah Wong Trusmi



Untuk Sobat Wong Trusmi yang ingin berkunjung ke workshop Wongtrusmi silahkan lihat peta navigasinya. Tapi untuk browser lewat handphone belum bisa diakses karena menggunakan file flash, tapi bisa klik disini.

Pertama silahkan memilih kendaraan yang dipakai karena untuk kendaraan bus ada jalan yang tidak bisa dilalui.

Mungkin ini perlu diketahui oleh Sobat Wong Trusmi karena jalan yang menuju Trusmi rawan macet. Berikut ini jalan-jalan yang rawan macet.

1. Pasar Kue Plered, macet jam 10-14 WIB.
2. Pasar Pasalaran Plered, macet jam 8-9, jam 1 ( anak sekolah pulang ).
3. Jalan Buyut Trusmi, macet biasanya jam 16 ( tidak tentu tergantung banyaknya pengunjung, tapi biasanya tiap jam macet ).
4. Hindari jalan dari lampu merah Plered karena rawan macet banyak pedagang kaki lima, becak, pedati yang mangkal, selain itu kalau siang banyak anak sekolah.

Cara menghindari kemacetan adalah melalui jalan Panembahan, di situ juga banyak showroom batik.

O ya, kalau mau berkunjung ke Wong Trusmi workshop parkir mobilnya di Koperasi Batik Budi Tresna karena tempat workshopnya terpencil, berjalan cuma satu menit sekalian lihat sisi lain kehidupan Wong Trusmi.

Contact Person : Lisa Khaerisah
Alamat : Jl. Buyut Trusmi Rt. 16 Plered, Cirebon, 45154 ( belakang Koperasi Batik Budi Tresna )
Telephon : Tidak punya
Fax. : Apa lagi, tidak punya.
Handphone : 081312229056
Nomor Lain : 085224253056 ( suami )
Email : wongtrusmi@gmail.com

How To Batik Cara Membatik Tulis

How to batik atau bagaimana cara membatik adalah pertanyaan yang sering muncul ketika seseorang melihat keindahan motif-motif batik Indonesia. Keindahan batik Indonesia tidaklah diasingkan lagi karena batik Indonesia mempunyai latar sejarah dan karakter yang kuat dibandingkan dengan batik asia lainnya.

Ok sobat Wong Trusmi untuk hal tersebut saya akan menyusun batik step by step. Mungkin artikel ini akan panjang jadi saya akan bagi beberapa artikel dan kemungkinan tidak akan langsung terpublish semuanya

Wednesday, April 7, 2010

Katura Ar, Maestro Batik Trusmi Cirebon

batik trusmi cirebon katura
Mendengar batik Trusmi Cirebon akan mengingatkan kita kepada budayawan dan seniman batik, Katura Ar, yang sekaligus sebagai pemilik Sanggar Batik Katura. Seorang pria berusia 58 tahun yang sangat peduli dengan seni dan budaya, khususnya batik. Beliau dilahirkan di Trusmi pada tanggal 15 Desember. Semasa kecil, beliau selalu membantu bapak dan ibunya yang tak lain seorang pengrajin batik. Mulai dari usia 11 tahun, sepulang sekolah beliau membantu bapak dan ibunya membuat batik dengan keuletannya, karyanyapun sangat bagus.

Thursday, April 1, 2010

"Hhhh... Blogku Sepi Pengunjung", Peluh Wong Trusmi

batik trusmi cirebon
Tiga bulan telah berlalu sejak blogku "wongtrusmsi.blogspot.com" diluncurkan, tak terasa memang umur blogku tiga bulan. Hanya sedikit membagi ilmu pengetahuan tentang batik Indonesia, batik trusmi, batik Cirebon, batik tulis, batik cap, tentang tradisi masyarakat Trusmi, tentang sejarah Cirebon dan peningggalan kerajaan Cirebon. Sedikit sekali aku menulis bahkan beberapa ada yang copy paste dari blog lain. Sebenarnya banyak yang akan aku tulis pada blog ini terutama tentang batik, tapi sangat sempit waktu yang aku dapat karena kesibukanku. Bahkan jarang sekali aku melongok keadaannya blogku, memang tak terawat. Hhhh.... kasian....

Hari ini aku membuka blog yang beberapa hari aku tinggalkan. Seperti biasa aku membuka pagecounter untuk mengetahui pengunjung. Ahhh... lagi-lagi mengecewakan, hari kemarin cuma 9 pengunjung baru, setimpal dengan isi blog yang kurang ini. Banter-banternya 24 orang, itupun kalo aku masukin ke lintasberita.com beritanya.

Sedikit sumringah ketika aku melihat rangking artikelku di mbah gugel. Sebagian kata kunciku ada di halaman pertama. Kwkwkwkkwwk.... Untuk kata kunci "trusmi", "macan ali", "kereta singa barong", "kereta paksi naga liman", "pedati gede pekalangan", dan hal-hal yang berkenaan dengan tradisi trusmi seperti muludan, suroan, mamayu, buka sirap dan sebagainya berada pada halaman pertama bahkan rangking pertama. Plok plok plok.... saluuuut...... cuit.. cuit....!!!! Untuk blog yang baru berumur jagung dan tidak terawat ini lumayan lahhhh.... ( menghibur diri ).

Sedikit ulasan tentang minat masyarakat terhadap suatu berita,  masyarakat Indonesia sedikit sekali minatnya pada budaya dan ilmu pengetahuan, umumnya mereka lebih tertarik pada berita-berita yang berbau seks mistis dan kekerasan. Pengalamanku, aku mempunyai dua blog yang berlainan isi konten satu blog kebudayaan dan satu lagi blog tentang seks dan mistis. Pada hari yang sama aku menulis artikel tentang kebudayaan dan berita kanibalisme di Afrika pada blog yang berbeda dan aku publish serta memasukkan ke sosial news. Hari berikutnya aku cek, dan aku mendapatkan angka yang berbeda jauh. Pada blog yang membahas kanibalisme pengunjung dalam sehari mencapa 326 orang ( padahal tulisannya copy paste, kwkwkwkwk...), sedangkan blog kebudayaan pengunjungnya cuma 18 orang ( hu..hu...hu... ). Jadi intinya kalo mau bikin blog yang mempunyai trafik banyak, bikinlah blog dengan tema seks, kekerasan, mistis, aneh, pokoknya jangan blog kayak aku ini.

Bagikan ilmu walau sedikit dan tidak sempurna. Semangat dong....

Thursday, March 11, 2010

Batik Cirebon, Rahasia Dan Teknik Pewarnaan Batik Trusmi

Batik Cirebon mempunyai warna khas tersendiri. Pewarnaan batik membedakan batik yang satu dengan lainnya. Setiap daerah mempunyai ciri khas warna tertentu sehingga menunjukkan keanekaragaman batik Indonesia. Pewarnaan ini tidak hanya menjadi ciri khas suatu daerah tetapi menentukan juga nilai-nilai estetika dari sebuah batik.

Muludan Trusmi, Sisi Lain Tradisi Kampung Batik Cirebon

batik trusmi cirebon
Muludan Trusmi merupakan rangkaian dari acara tradisi Muludan Cirebon yang dimulai dari Keraton Kanoman ( 1-8 Mulud ), Keraton Kasepuhan ( 1-12 Mulud ) Gunung Jati ( 12 Mulud ), Tuk ( 19 Mulud ), Gegesik ( 21 Mulud ) dan terkhir Trusmi ( 12-25 Mulud ). Muludan Trusmi terbesar kedua setelah Keraton Kasepuhan.Hal ini terlihat dari jumlah pedagang dan pengunjung yang membanjiri acara ini. Rentetan pedagang dan hiburan berjajar sepanjang jalan desa Trusmi Wetan, Trusmi Kulon, Weru Lor dan Kaliwulu.